Tampilkan postingan dengan label My diaries. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My diaries. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Februari 2012

Love

6 batu ujian

Bagaimana kami tahu bahwa cinta kami cukup dalam untuk menghantar kami ke arah berdampingan seumur hidup, menuju kepada kesetiaan yang sempurna? Bagaimana kami dapat yakin bahwa cinta kami ini cukup matang untuk diikat sumpah nikah serta janji untuk berdampingan seumur hidup sampai maut memisahkan?

Pertama, Ujian untuk merasakan sesuatu bersama.
Cinta sejati ingin merasakan bersama, memberi, mengulurkan tangan. Cinta sejati memikirkan pihak yang lainnya, bukan memikirkan diri sendiri. Jika kalian membaca sesuatu, pernahkah kalian berpikir, aku ingin membagi ini bersama sahabatku? Jika kalian merencanakan sesuatu, adakah kalian hanya berpikir tentang apa yang ingin kalian lakukan, ataukah apa yang akan menyenangkan pihak lain? Sebagaimana Herman Oeser, seorang penulis Jerman pernah mengatakan, "Mereka yang ingin bahagia sendiri,janganlah kawin. Karena yang penting dalam perkawinan ialah mem buat pihak yang lain bahagia. - mereka yang ingin dimengerti pihak yang lain, jangan lah kawin. Karena yang penting di sini ialah mengerti pasangannya.

" Maka batu ujian yang pertama ialah:
"Apakah kita bisa sama-sama merasakan sesuatu? Apakah aku ingin menjadi bahagia atau membuat pihak yang lain bahagia?"

Kedua, Ujian kekuatan.
Saya pernah menerima surat dari seorang yang jatuh cinta, tapi sedang risau hatinya. Dia pernah membaca entah di mana, bahwa berat badan seseorang akan berkurang kalau orang itu betul-betul jatuh cinta.
Meskipun dia sendiri mencurahkan segala perasaan cintanya, dia tidak kehilangan berat badannya dan inilah yang merisaukan hatinya. Memang benar, bahwa pengalam an cinta itu juga bisa mempengaruhi keadaan jasmani. Tapi dalam jangka panjang cinta sejati tidak akan menghilangkan kekuatan kalian; bahkan sebaliknya akan memberikan kekuatan dan tenaga baru pada kalian. Cinta akan memenuhi kalian dengan kegembiraan serta membuat kalian kreaktif, dan ingin menghasilkan lebih banyak lagi.

Batu ujian kedua :
"Apakah cinta kita memberi kekuatan baru dan memenuhi kita dengan tenaga kreaktif, ataukah cinta kita justru menghilangkan kekuatan dan tenaga kita?"

Ketiga, Ujian penghargaan.
Cinta sejati berarti juga menjunjung tinggi pihak yang lain. Seorang gadis mungkin mengagumi seorang jejaka, ketika ia melihatnya bermain bola dan mencetak banyak gol. Tapi jika ia bertanya pada diri sendiri, "apakah aku mengingini dia sebagai ayah dari anak-anakku?", jawabnya sering sekali menjadi negatif. Seorang pemuda mungkin mengagumi seorang gadis, yang dilihatnya sedang berdansa. Tapi sewaktu ia berta nya pada diri sendiri, "apakah aku mengingini dia sebagai ibu dari anak- anakku?", gadis tadi mungkin akan berubah dalam pandangannya.

Pertanyaannya ialah:
"Apakah kita benar-benar sudah punya penghargaan yang tinggi satu kepada yang lainnya? Apa aku bangga atas pasanganku?"

Keempat, Ujian kebiasaan.
Pada suatu hari seorang gadis Eropa yang sudah bertunangan datang pada saya. Dia sangat risau, "Aku sangat mencintai tunanganku," katanya, "tapi aku tak tahan caranya dia makan apel." Gelak tawa penuh pengertian memenuhi ruangan. "Cinta menerima orang lain bersama dengan kebiasaannya. Jangan kawin berdasarkan paham cicilan, lalu mengira bahwa kebiasaan-kebiasaan itu akan berubah di kemudian hari. Kemungkinan besar itu takkan terjadi. Kalian harus menerima pasanganmu sebagaimana adanya beserta segala kebiasaan dan kekurangannya.

Pertanyaannya:
"Apakah kita hanya saling mencintai atau juga saling menyukai?"

Kelima, Ujian pertengkaran.
Bilamana sepasang muda mudi datang mengatakan ingin kawin, saya selalu menanya kan mereka, apakah mereka pernah sesekali benar-benar bertengkar - tidak hanya berupa perbedaan pendapat yang kecil, tetapi benar-benar bagaikan berperang. Seringkali mereka menjawab, "Ah, belum pernah, pak, kami saling mencintai." Saya katakan kepada mereka, "Bertengkarlah dahulu - barulah akan kukawinkan kalian." Persoalannya tentulah, bukan pertengkarannya, tapi kesanggupan untuk saling berda mai lagi. Kemampuan ini mesti dilatih dan diuji sebelum kawin. Bukan seks, tapi batu ujian pertengkaranlah yang merupakan pengalaman yang "dibutuhkan" sebelum kawin.

Pertanyaannya:
"Bisakah kita saling memaafkan dan saling mengalah?"

Keenam, Ujian waktu.
Sepasang muda mudi datang kepada saya untuk dikawinkan. "Sudah berapa lama kalian saling mencintai?" Tanya saya. "Sudah tiga, hampir empat minggu," jawab mereka. Ini terlalu singkat. Menurut saya minimum satu tahun bolehlah. Dua tahun lebih baik lagi. Ada baiknya untuk saling bertemu, bukan saja pada hari-hari libur atau hari minggu dengan berpakaian rapih, tapi juga pada saat bekerja di dalam hidup sehari-hari, waktu belum rapi, atau cukur, masih mengenakan kaos oblong, belum cuci muka, rambut masih awut-awutan, dalam suasana yang tegang atau berbahaya. Ada suatu peribahasa kuno, "Jangan kawin sebelum mengalami musim panas dan musim dingin bersama dengan pasanganmu." Sekiranya kalian ragu-ragu tentang perasaan cintamu, sang waktu akan memberi kepastian.

Tanyakan:
"Apakah cinta kita telah melewati musim panas dan musim dingin? Sudah cukup lamakah kita saling mengenal?"
Dan izinkan saya memberikan suatu kesimpulan yang gamblang. Seks bukan batu ujian bagi cinta.
"Jika sepasang muda mudi ingin punya hubungan seksual untuk mengetahui apakah mereka saling mencintai, perlu ditanyakan pada mereka, "Demikian kecilnya cinta kalian?" Jika kedua-duanya berpikir, "Nanti malam kita mesti melakukan seks - kalau tidak pasanganku akan mengira bahwa aku tidak mencintai dia atau bahwa dia tidak mencintai aku," maka rasa takut akan kemungkinan gagal sudah cukup menghalau keberhasilan percobaan itu. Seks bukan suatu batu ujian bagi cinta, sebab seks akan musnah saat diuji. Cobalah adakan observasi atas diri saudara sendiri pada waktu saudara pergi tidur. Saudara mengobservasi diri sendiri, kemudian tidak bisa tidur. Atau saudara tidur, kemudian tidak lagi bisa mengobservasi diri sendiri. Sama benar halnya dengan seks sebagai suatu batu ujian untuk cinta. Saudara menguji, sesudah itu tidak lagi mau mencintai. Atau saudara mencintai, kemudian tidak menguji. Untuk kepentingan cinta itu sendiri, cinta perlu mengekang menyatakan dirinya secara jasmaniah sampai bisa dimasukkan ke dalam dinamika segitiga perkawinan.

The Parent's Love

Alkisah, ada seorang anak yang bertanya pada ibunya, "Ibu, temanku tadi cerita kalau ibunya selalu membiarkan tangannya sendiri digigit nyamuk sampai nyamuk itu kenyang supaya ia tak menggigit temanku. Apa ibu juga akan berbuat yang sama?"
Sang ibu tertawa dan menjawab terus terang, "Tidak. Tapi, Ibu akan mengejar setiap nyampuk sepanjang malam supaya tidak sempat menggigit kamu atau keluarga kita."

Mendengar jawaban itu, si anak tersenyum dan kembali meneruskan kegiatan bermainnya. Tak berapa lama kemudian, si anak kembali berpaling pada ibunya. Ternyata mendadak ia teringat sesuatu. "Terus Bu, aku waktu itu pernah dengar cerita ada ibu yang rela tidak makan supaya anak-anaknya bisa makan kenyang. Kalau ibu bagaimana?" Anak itu mengajukan pertanyaan yang hampir sama.

Kali ini sang Ibu menjawab dengan suara lebih tegas, "Ibu akan bekerja keras agar kita semua bisa makan sampai kenyang. Jadi, kamu tidak harus sulit menelan karena melihat ibumu menahan lapar."

Si anak kembali tersenyum, dan lalu memeluk ibunya dengan penuh sayang. "Makasih, Ibu. Aku bisa selalu bersandar pada Ibu."

Sembari mengusap-usap rambut anaknya, sang Ibu membalas, "Tidak, Nak! Tapi Ibu akan mendidikmu supaya bisa berdiri kokoh di atas kakimu sendiri, agar kamu nantinya tidak sampai jatuh tersungkur ketika Ibu sudah tidak ada lagi di sisimu. Karena tidak selamanya ibu bisa mendampingimu."

Ada berapa banyak orangtua di antara kita yang sering kali merasa rela berkorban diri demi sang buah hati? Tidak sadarkah kita bahwa sikap seperti itu bisa menumpulkan mental pemberani si anak?

Jadi, adalah bijak bila semua orangtua tidak hanya menjadikan dirinya tempat bersandar bagi buah hati mereka, melainkan juga membuat sandaran itu tidak lagi diperlukan di kemudian hari. Adalah bijak jika para orangtua membentuk anak-anaknya sebagai pribadi mandiri kelak di saat orangtua itu sendiri tidak bisa lagi mendampingi anak-anaknya di dunia.

Sabtu, 04 Februari 2012

Just for my Hubby

Seseorang yang mencintai kamu...
Tidak bisa memberikan alasan mengapa ia
mencintai mu...
Dia hanya tau, dimata dia, kamu lah satu satunya...

Seseorang yang mencintai kamu...
Sebenarnya selalu membuat mu
marah, gila, jengkel n stres...
Tapi ia tidak pernah tau hal bodoh apa yg sudah ia
lakukan pada mu...
Karna semua yang ia lakukan adalah untuk
kebaikan mu sendiri...

Seseorang yang mencintai kamu...
Jarang memuji mu, tetapi di dalam hatinya kamu
adalah yg terbaik...
Hanya ia yang tau...

Seseorang yang mencintai kamu...
Akan marah-marah n mengeluh jika...
Kamu tidak membalas pesannya atau telpnya...
Karna ia peduli dan ia tidak ingin sesuatu terjadi
ke kamu ato karena ia sedang merindukan mu...

Seseorang yang mencintai kamu...
Hanya menjatuhkan air matanya di hadapan mu...
Ketika kamu mencoba untuk menghapus
air matanya...
Kamu telah menyentuh hatinya...
Dimana hatinya selalu berdegup, berdenyut, bergetar untuk kamu...

Seseorang yang mencintai kamu...
Akan mengingat setiap kata yg kamu ucapkan...
Bahkan yang tidak sengaja kamu ucapkan dan ia akan selalu...
Menggunakan kata2 itu tepat waktunya...

Seseorang yang mencintai kamu...
Tidak akan memberikan janji apa pun dengan
mudah...
karna ia tidak mau mengingkari janjinya...
Ia ingin kamu untuk mempercayainya dan ia ingin...
memberikan hidup yang paling bahagia dan aman
selama lamanya.

Seseorang yang mencintai kamu...
Mungkin tidak bisa mengingat
kejadian ato kesempatan istimewa...
Seperti perayaan hari ulang tahun mu...
Tapi ia tau bahwa setiap detik yang ia lalui...
Ia mencintai kamu, tidak peduli hari apakah hari
ini
...

Seseorang yang mencintai kamu...
Tidak mau berkata aku mencintai mu dengan
mudah...
Karna segalanya yang ia lakukan untuk kamu
adalah...
Untuk menunjukkan bahwa ia siap mencintai mu...
Tetapi hanya ia yang akan mengatakan kata I Love You
pada setiap situasi yang spesial...
Karna ia tidak mau kamu salah mengerti...
Dia mau kamu mengetahui bahwa sesungguhnya ia mencintai
diri mu lebih dari apa pun itu...

Seseorang yang benar2 mencintai kamu...
Akan merasa bahwa sesuatu harus di katakan sekali
saja...
Karna ia berpikir bahwa kamu telah mengerti
dirinya...
Jika berkata terlalu banyak...
Ia akan merasa bahwa tidak ada yang akan
membuatnya bahagia n tersenyum...

Seseorang yang mencintai kamu...
Akan pergi ke airport untuk menjemputka mu...
Dia tidak akan membawa seikat mawar...
Dan memanggil mu sayang seperti yang kamu
harapkan.
Tetapi, ia akan membawakan kopermu dan
menanyakan...
Mengapa kamu menjadi lebih kurus dalam waktu 2
hari??
Dengan hatinya yang tulus ia mengenal kamu,
sedalam hatinya yang tak pernah kamu ketahui...
Seseorang yg mencintai kamu...
Tidak tahu apakah ia harus menelpon mu ketika
kamu marah...
Tetapi ia akan mengirimkan pesan setelah
beberapa jam...
Jika kamu menanyakan : mengapa ia telat
menelepon...??
Ia akan berkata : Ketika kamu marah penjelasan
dari dirinya semua hanyalah sampah.
Tetapi, ketika kamu sudah tenang...
Penjelasannya baru akan benar-benar menyejukan
hati mu.

Seseorang yang mencintai kamu...
ia Akan selalu menyimpan semua benda yang telah
kamu berikan...
bahkan kertas kecil bertuliskan 'I LOVE U ' ada di
dalam dompetnya...

Seseorang yg mencintai mu… jarang mengatakan kata-kata manis...
Tapi kamu tau, 'kecupannya' sudah menyalurkan
semua......

Seseorang yang mencintai kamu...
Akan selalu berusaha membuat kamu tersenyum...
Dan tertawa walau terkadang
caranya membingungkan mu...

Seseorang yang mencintai kamu...
Akan membalut hati mu yang pernah terluka dan
menjaganya dengan setulus hatinya...
Agar tidak terluka lagi...
Dan ia akan memberikan mu yang terbaik walau
harus menyakiti hatinya sendiri...

Seseorang yang mencintai kamu...
ia Akan rela melepaskan kamu pergi bila bersamanya
kamu tidak bahagia...
Dan ia akan ikut bahagia walau kamu yang
di cintainya bahagia bersama orang lain...

Pernahkah kamu mencintai seperti itu ????
maka...
Berbahagialah orang yang dicintai oleh diri mu...

Sabtu, 31 Desember 2011

Time flies so fast

Tidak terasa hanya dalam hitungan jam, maka kita akan meninggalkan tahun 2011 menyongsong tahun 2012. Menengok sebentar ke belakang,apa yang sudah terjadi? apa yang sudah kita lalui? Orang2 yang kita kenal yang sudah tidak akan kita temukan di tahun yang akan datang karena mungkin mereka tidak seberuntung kita masih memiliki waktu untuk terus memperbaiki diri atau karena mereka terlalu dicintai oleh Pemiliknya sehingga dipanggil kembali ke asalnya. Tidak ada yang bisa menjawab pasti, apapun alasannya satu hal kita pelajari bahwa waktu berlalu dengan cepat,waktu tidak pernah berhenti menunggu kita. Kita tidak bisa mengubah masa lalu tapi kita bisa belajar dari masa lalu agar kita lebih baik di masa depan.
Tahun 2011 dengan segala dinamikanya,suka dan duka, canda dan tangis mengiringi langkah kita sampai detik-detik meninggalkannya. Terkadang terbersit pertanyaan dari 1 tahun, 12 bulan, 365 hari berapa banyak kah yang sudah kita beri kepada keluarga kita tanpa harus diganggu oleh kesibukkan kita dalam mencari uang walaupun dengan dalih untuk keluarga juga. Aku menyadarinya terutama saat ini aku sudah dipercayakan oleh Tuhan dikaruniai malaikat kecil dalam keluarga kecil kami yang baru berumur 1 tahun 3 bulan dan 5 hari yang masih membutuhkan kasih sayang kita sebagai orang tua dalam pertumbuhannya, anak kita butuh cinta, butuh perhatian, bukan hanya semata2 kebutuhan jasmani saja yang mereka butuhkan. Resolusi ku di tahun yang akan datang mudah2an aku bisa menyempatkan waktu yang lebih banyak lagi untuk malaikat kecilku. Mungkin dari kisah ilustrasi di bawah ini bisa menyadarkan kita betapa kita melupakan hal yang paling berharga di saat kita terlalu sibuk dengan waktu

GAJI PAPA BERAPA?

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta,
tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya,
Sarah, putra pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya.
Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama."Kok, belum tidur ?"
sapa Andrew sambil mencium anaknya.Biasanya Sarah memang sudah lelap
ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab,
"Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?"
"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.

"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam
dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.
Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa
dalam satu bulan berapa, hayo ?"

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara
Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew beranjak
menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari mengikutinya. "Kalo
satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam Papa
digaji Rp.40.000,- dong" katanya."Wah, pinter kamu.
Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew.

Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,
Sarah kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam
begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".
"Tapi Papa..." Kesabaran Andrew pun habis.
"Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah.
Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah
di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati sedang
terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata,
"Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta uang
malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan
Rp.5.000,-lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew
"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau
sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".
"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.
"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga
puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga.
Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.
15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka
setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang
Rp.5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu
erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan
harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan
anaknya.

Sabtu, 24 Desember 2011

A mommy's love

A real true mommy's love
will take care of u
A real true mommy's love
will guide and light up ur way
A real true mommy's love
will forgive all ur mistake
A real true mommy's love
will let u go to build ur own life
A real true mommy's love
Just give..give and give
And never hope it back
Since even she wants always be with u..but she knows that u is not always hers..caused someday..she knows that a little one will needs u than her..
A real true mommy's love..needs a sincere heart to do..
I wish I can be a mommy like that for u..my angel, Sasha

Sabtu, 29 Oktober 2011

How's important wedding ring for you?

The wedding ring  is a symbol of love, trust, faithfullness and commitment, it`s a circle of trust The meaning of the wedding ring, is that once it`s worn, you are trusted to stay faithfull to the one who put it on your finger and marked you as their possesion, itulah adalah filosofi pribadiku mengenai arti cincin pernikahan. Dari dulu aku tidak tahu mengapa aku begitu menyukai bila melihat pria memakai cincin kawin, aku memiliki kekaguman tersendiri untuk pria tersebut. Melihat pria memakai cincin kawin di jarinya seakan pria itu memiliki kebanggaan akan pernikahannya dan seakan-akan ingin semua orang tahu bahwa dia sudah dimiliki oleh seseorang, sehingga tertutup untuk yang lainnya. Dan ketika aku telah menikah dan suamiku memutuskan untuk memakai cincin pernikahan kami bagiku itu adalah suatu kegembiraan yang tidak aku ungkapkan di depannya biarlah itu menjadi suatu kekaguman tersendiri dalam hatiku. Namun aku tidak pernah membayangkan bahwa beberapa hari yang lalu aku harus menghadapi kenyataan bahwa salah satu cincin pernikahan kami harus hilang,yaitu cincin yang dimiliki oleh suamiku. Kecewa? itu sudah pasti tapi aku bisa apa lagi. Selain sorrry tidak ada lagi yang dapat diucapkannya. Membelinya kembali dengan model yang sama itu sudah dilontarkan dari bibirnya, tapi apakah itu akan sama seperti cincin yang sebelumnya? Aku tidak merasakan akan sama, it never be the same anymore.
"Bless, O Lord, this ring, to be a sign of the vows by which this man and this woman have bound themselves to each other; through Jesus Christ our Lord. Amen", sepenggal kalimat tersebut tergiang kembali di telingaku manakala cincin pernikahan kami diberkati dalam pemberkatan pernikahan kami di gereja kurang lebih 2 tahun yang lalu, itulah hal yang membuatku merasa cincin pernikahan kami mau dibeli dgn model yang sama persis sekalipun tidak akan sama lagi. Sampai saat ini aku juga bingung bagaimana harus bersikap terhadap kehilangan ini, just try to forget it. Aku tidak bilang kalau cincin kawin adalah segalanya, aku tidak bilang kalau hilangnya cincin kawin menandakan keteledoran suamiku yang menandakan berkurangnya cinta dan komitmen dalam pernikahan kami, aku juga tidak bilang kalau hilangnya cincin pernikahan kami menandakan ketidak sempurnaan pernikahan kami sekarang karena telah kehilangan simbol tersebut, aku hanya bilang it never be the same again.

Jumat, 21 Oktober 2011

Inhumant ignorant

Kurasakan pedih yang sangat saat ku baca berita di yahoo mengenai insiden kecelakaan yang menimpa seorang anak kecil yang berumur 2 tahun di Cina. Bukan kecelakaan itu yang membuat ku menangis tapi ketidakpedulian orang sekitar terhadap sesamanya yang menjadi kepedihanku. Betapa anak kecil yang berumur 2 tahun yang belum bisa melakukan apa-apa harus mengalami kejadian itu, dimana  anak perempuan yang terluka parah setelah dua kali ditabrak mobil itu, dibiarkan begitu saja tanpa ada yang menolong.Padahal ada 18 orang yang melintas di jalan tersebut dan melihat bocah malang itu, namun mereka semua tidak mempedulikannya. Sampai akhirnya seorang wanita pemungut sampah menolong bocah malang itu. Pemandangan mengenaskan itu terekam dalam kamera CCTV yang rekamannya diunggah ke YouTube dan situs-situs lainnya dan telah dilihat jutaan kali. Terus terang aku tidak berani menonton video itu, karena membaca beritanya saja aku tidak sanggup apalagi menonton kejadian tersebut. Aku lebih merasakan kepedihan itu dikarenakan aku juga mempunyai seorang malaikat kecil dalam hidupku dimana dia adalah segalanya bagiku, sehingga aku ikut merasakan perasaan orang tua dari anak tersebut. Mungkin hal yang aneh bagi kalian yang membaca tulisanku, mengapa kejadian ini begitu menyentuhku padahal mengenalnya saja aku tidak. Tapi itu nyata, setiap saat aku berdoa untuk anak malang itu walaupun dokter di cina telah memvonis dia tidak akan bertahan lama dan otaknya juga sudah rusak, tapi dokter bukanlah Tuhan, aku percaya bila Tuhan berkehendak maka keajaiban akan terjadi. Kejadian ini juga mengajarkanku satu hal penting betapa kita harus menjaga orang yang kita kasihi dengan waktu yang Tuhan ijinkan pada kita supaya tidak ada penyesalan di kemudian hari. "Jangan menyerah, sebab ibu tidak pernah menyerah. Biarkan ibu memiliki satu kesempatan lagi untuk mencintai dan memanjakanmu, Nak," ,sepenggal kalimat yang dibisikkan oleh seorang ibu di telinga anaknya yang sedang berjuang antara hidup dan mati membuatku lirih membacanya. Kembali aku teringat malaikat kecilku, semakin aku menghargai harta karun terindah yang Tuhan percayakan kepada kami untuk kami jaga. Yue Yue (nama anak perempuan itu) berjuanglah untuk hidup karena ada ibumu yang sangat menyayangimu dan selalu ada di sampingmu memohon untuk diberi kesempatan mencintai dan memanjakanmu lagi. Amazing, how this incident can be influenced many people to take care the one they love because we dont know how long we can show our affection to the one we love.